Monday, December 30, 2013

Bubur Ayam Cirebon Baratajaya

Berawal dari antena televisi yang rusak, Minggu pagi itu kami berencana untuk membeli antena baru di sekitar Bratang (daerah Bebek Kayu Tangan).  Meluncurlah kami ke toko listrik yang memang menjamur di daerah Bratang, nyetir pelan-pelan sambil nengok kanan kiri melihat-lihat mana toko listrik yang sudah buka.

Saat itu sekitar pukul 8 pagi. Kami melihat ada sebuah gerobak bubur ayam yang sedang diserbu pembeli. Berhubung kami sudah sarapan, maka kami urung mencoba. Tapi bubur ini sudah terekam di memori kami wkwk.

Nah, 2 minggu kemudian. Kami berencana mencoba bubur ini. Cus kami berangkat! Jam 6 sudah berangkat dari rumah supaya tidak perlu antri panjang niatnya. Eh ternyata salah besar, jam 6 pun sudah antri ~

Bubur Ayam Cirebon 

Bubur ini terletak di sebelah stan jualan bunga untuk ziarah (re: Stand Bunga Rossa) sebelum jembatan besar. Ancer-ancernya jika datang dari arah Baratajaya (Mapan Suroboyo), lampu merah perempatan itu belok kiri (arah ke Bebek Kayu Tangan). Nah dari situ lurus terus, jalannya pelan-pelan saja supaya tidak terlewat, sambil tengok kiri karena buburnya ada di kiri jalan. Kalau ada orang mengerubung gerobak berwarna hijau bertuliskan "Bubur Ayam Cirebon" nah itulah bubur yang kami maksud.

Karena tempat duduk yang disediakan di sana sedikit, maka kami memutuskan untuk bungkus saja. Harga bubur ini murah sekali hanya Rp 6.000,00/porsi. Disini sayangnya tidak melengkapi buburnya dengan jerohan (ampela ati) seperti yang lain.

Seporsi Bubur Ayam Cirebon
Buburnya tidak terlalu padat. Pas menurut saya. Ayam suwirannya cukup banyak. Ada irisan cakue sedikit dan cacahan seledri + bawang goreng. Lengkap deh pokoknya, ada empingnya juga.


Yang berbeda disini adalah sambalnya. Karena biasanya sambal bubur berwarna oranye cerah. Sedangkan bubur ini, warna sambalnya coklat gelap dan tidak terlalu pedas (padahal sudah dituang semua seplastik). Kacangnya juga memakai kacang tanah yang besar-besar. Berbeda dengan Bubur Ayam Pak Salim Jalan Jawa yang memakai kacang beras kecil-kecil (agak keras).


Kesimpulan :
+ bubur ayamnya enak, gurih, dan porsinya sedikit (menurut kami).
+ harga bersahabat.
+ mobil motor bisa parkir karena jalanan luas.
- pesanan datang agak lama karena bapak penjualnya single fighter tidak ada yang membantu dan tidak prepare dari rumah karena saat pesan kami melihat si penjual masih sibuk bungkus sambel ke plastik klip (jadi bikin tambah lama).

1 comment:

Unknown said...

wah ternyata kita sama-sama penggemar bubur ayam cirebon ya.. hahaha... sayangnya review ku nggak dapet foto tampak depan bapak penjualnya :D
http://raissawinda.blogspot.com/2013/07/bubur-ayam-cirebon-bratang-surabaya.html