Sunday, January 19, 2014

The Kambodja by Frangipani

Yuk mari dipilih, dipilih, dipiliiiiih. Saking banyaknya restoran di Sutos, kadang memutuskan untuk makan dimana adalah hal yang sulit sekali *lebay*. Tapi kalau kami sih gampangnya, ya pilih saja resto atau cafe yang belum pernah didatangi dan hindari resto yang sudah sering macam Solaria, A&W, Quali, dan J.co.

Ke Sutos memang tidak afdol kalau tidak muter-muter dulu terus berhenti di depan restoran untuk melihat-lihat menu yang ditawarkan. Sutos adalah surga bagi culinary seekers. Sebutlah X.O Suki & Cuisine Express, Ria Indonesian Bistro, Black Canyon Coffee, D' Kampoeng, Blackball, Excelso, Tator, Comedy Kopi, TLC, Starbucks, Zangrandi, The Coffee Bean, Fish & Co., Cushy Kitchen, Foreplay, Street of Singapore, Sushi Hana, My Kopi-O, Kafe Betawi, The Kambodja, Ramen 38, Malay Village, Porong Wei, Jittlada, A&W, Quali, Solaria, House of Wok, dan lainnya.

Kali ini pilihan kami dan teman-teman jatuh ke The Kambodja by Frangipani yang letaknya bersebelahan dengan Porong Wei di lantai 2. Kami sedang merayakan ulang tahun teman bernama Vega (kuliah di UHT Fak. Kedokteran semester 7, masih jomblo). The Kambodja sepertinya se-group atau anak resto dari Frangipani yang lebih dulu terkenal. Frangipani ada di Jalan Jemursari dan di Loop Graha Family.

The Kambodja Sutos
Kasir The Kambodja
Happy Birthday Vega!
Kami pesan kepiting gembos saus malaka, cumi frangipani, gurami pesmol, lidah goreng saus mentega, tumis kangkung ebi balacan, dan tumis tauge ikan asin. Ke-enam menu yang kami pesan, semuanya bertanda bunga warna kuning. Artinya menu-menu tersebut adalah menu favorit yang sering dipesan oleh pengunjung.

Tidak terlalu lama menunggu, pesanan kami pun datang satu per satu. Terlihat menggoda bukan...

Tumis Kangkung Ebi Balacan
Lihat tumis kangkungnya deh. Daunnya sampai tidak terlihat lhooo. Lebih banyak batangnya daripada daunnya hiks. Padahal rasanya enak. Bumbunya pas, asin cenderung agak pedes. Masaknya juga pas, tidak terlalu layu dan masih krenyes-krenyes bila dikunyah. Nilainya 3,5 / 5.

Kepiting Gembos Saus Malaka
Ini enaaaak!! Serius. Mau makan kepiting tapi tidak mau ribet ya paling cocok memang pesan kepiting gembos / kepiting soka. Kalau dilihat sih mirip seperti cumi goreng tepung, padahal itu kepiting gembos goreng tepung. Sausnya seperti saus asam manis, tapi sangat kental sehingga tidak ada yang tersisa di piring, semuanya nempel di kepitingnya. Yang bulet-bulet di pinggir itu semacam mantau goreng. Awalnya saya kira kentang goreng wkwkwk. Nilainya 4,5 / 5.

Lidah Goreng Saus Mentega
Ini menu pilihan saya, karena saya suka sekali dengan lidah. Pertama kali saya ketagihan lidah itu saat saya makan Nasi Bhuk Warung Sholawat di jalan Kawi Malang, uh itu lidah gorengnya enak sekali!

Lidah goreng saus menteganya muaknyus, top markotop, endang bambang gulindang, gurih semriwing! *halah* Hahaha memang rasanya gurih-gurih gitu dimakan sama tumisan bawang bombaynya + nasi yang masih panas, rasanya semakin mantap!!! Tapi sayang, porsinya kecil sekali. Mungkin hanya ada 10 potong lidah di piring itu. Banyakan bawang bombaynya. Nilainya 5 / 5.

Tumis Tauge Ikan Asin
Gambarnya agak tidak menarik ya. Soalnya warna taugenya tidak putih bersih (sepertinya dimasak dengan kecap). Agak ilfil jadinya, soalnya kan pangkal tauge itu warnanya juga coklat-coklat (tidak dipetik dulu). Tauge ikan asinnya D'Cost lebih enak sih menurut saya. Warnanya putih bersih dimasak tidak pakai kecap. Kalau yang tauge ikan asin The Kambodja ini biasa saja rasanyaaa~ Standar. Nilainya 3 / 5.

Cumi Frangipani
Ini kata si mbak waitress sih cumi masak balado. Warnanya tidak merah seperti balado, tapi coklat tua cenderung hitam. Rasa rempahnya terasa sekali. Rasa asin, pedas, gurih, dan sedikit manis tercampur semua di mulut. Sebenarnya ini enak, tapi karena cumi goreng tepung, yang ada cuminya sepertinya hanya sedikiiiiit! Banyakan tepung-tepung kriwilannya, daripada cuminya. Nilainya 4 / 5.

Gurami Pesmol
Guraminya overcooked. Soalnya pas mau dicuil pake sendok, dagingnya langsung ancur. Kami sedang tidak mood mencuil pakai tangan padahal ada wastafelnya sih di pojokan dalam. Sepertinya itu karena terlalu lama direndam dengan kuah pesmolnya. Teman saya yang satunya bilang, kalau guraminya juga agak bau tanah, terasa sekali di bagian daging dekat perut. Kalau dimakan dengan kuahnya tetap enak kok. Kuahnya banyak, berhubung pesanan kami tidak ada yang berkuah, kuah pesmol inilah yang bisa menyelamatkan kami dari keseretan wkwk. Tapi masih enakan gurami pesmolnya IBC. Nilainya 3,5 / 5.

Minumannya ya standar sih. Kami pesan ini :

Es Kambodja
Es Degan Leci
Dari enam menu makanan yang kami review di atas, yang highly recommended adalah.... (1) Lidah goreng saus mentega dan (2) Kepiting Gembos Saus Malaka. 

Berikut adalah menu minuman The Kambodja :



Selamat mencoba!

4 comments:

vegapaath said...

Mennn sampe aku pake didefinisi segala -___-

Culinary Seeker said...

Lho aku sedang membantumu menemukan jodoh :p

Unknown said...

All besok aq ad acara ngedate gitu enakya makan dmn di sutos maksdq resto yg cocok bwt ngedt apa nmya jgn cafe ya

Culinary Seeker said...

di d'kampoeng bagus juga buat ngedate nuansa pedesaan :)